Pak Tua Pencari Kayu Bakar
Sudah mencari pekerjaan pak tua mencari kayu bakar. Orang-orang menyebutnya karena memang usianya sudah tua,tetapi tenaganya masih kuat. Tidak kalah dengan yang muda-muda. sehari-hari mencari kayu di gunung yang banyak tumbuh pohonnya. Setiap hari mendapatkan dua ikat kayu bakar yang yang dibawa dengan cara dipikul. Kayu itu langsung dibeli tetangganya dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Suatu hari ia bertemu dengan pedagang kayu dari kota. Mereka berbincang-bincang dan sepakat membeli kayu pak tua dengan harga yang lebih mahal. Pak tua sepakat tetapi pembeli itu meminta jumlah yang banyak karena sekaligus yang mengangkut. Akhirnya pak tua harus mencari kayu bakar lebih banyak. Maka ia mencari pagi dan sore. Sehingga sehari mendapat dua ikat sampai empat ikat. Tidak sampai satu bulan tumpukan kayu bakar pak tua sudah banyak. Sehingga sudah waktunya diambil, tak lama kemudian datanglah pembeli dari kota itu dengan membawa truk dan mengangkutnya setelah membayar kayu bakar itu.
Sekarang pak tua bukan lagi orang yang harus dikasihani, bahkan ia lebih kaya dari para tetangganya walaupun pekerjaannya sebagai pencari kayu bakar. Hidupnya lebih tenang,nyaman, dan selalu banyak bersyukur. Ketika ada sumbangan untuk pembangunan jalan desa, pak tualah yang paling banyak memberikan sumbangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar